Bedah Jurnal FBM Vs ABM kelompok 3



Description: D:\Tesis Dan Skripsi\Logo_IAIN_Batusangkar.jpg





TUGAS BEDAH JURNAL AKUNTANSI MANAJEMEN
KELOMPOK 3
OLEH :
             Hamdani Putra                                 (1630402043)
Muhamad Yusuf                               (1630402063)
Muhammad Ilham                            (1630402066) 
Mulia Ramdani                                 (1630402069)
                                     Mulya Yuhanda                               (1630402070)
 Novri Zaki Rahman                         (1630402080)
Novi Safitri                                        (1630402078)

DOSEN :
Mega Rahmi, SE,Sy., M. Si
JURUSAN EKONOMI SYARI’AH KONSENTRASI AKUNTANSI SYARI’AH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
BATUSANGKAR
2018


Bedah Jurnal
Sumber : Parengkuan, M. (2013). Identifikasi Non Value Added Activity Melalui Activity Based Management Untuk Meningkatkan Efisiensi Hotel Sedona Manado. Jurnal Emba Vol.1 No.3 , 110.
A.    Identifikasi Masalah
Akibat kemajuan yang cukup pesat saat ini, terciptalah suatu dunia usaha yang semakin maju. Hal ini mendorong perekonomian ke era globalisasi yang tentu saja berdampak pada persaingan bisnis yang semakin ketat. Persaingan ini tidak hanya terjadi di lingkungan industri manufaktur saja tetapi juga industri jasa. Seiring dengan meningkatnya persaingan di bidang industri jasa khususnya perhotelan, maka Hotel Sedona Manado harus menciptakan  suatu keunggulan kompetitif dibanding pesaingnya. Oleh karena itu untuk menciptakan keunggulan tersebut, Hotel Sedona Manado harus dapat menciptakan efisiensi dengan cara mengelola aktivitas yang dilakukan tanpa mengurangi kualitas pelayanan yang diberikan kepada pelanggan.

B.     Batasan Masalah
Bagaimana penerapan metode Activity-Based Management oleh Hotel Sedona Manado dalam melakukan pengurangan biaya tidak bernilai tambah sehingga sehingga dapat menciptakan efisiensi tanpa harus mengurangi kualitas pelayanan yang diberikan pihak Hotel Sedona Manado kepada para pelanggan?

C.    Metode Penelitian
1.      Jenis Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada divisi room Hotel Sedona Manado. Penelitian ini bersifat deskriptif yaitu dengan cara mengidentifikasi semua aktivitas yang ada di divisi room hotel lalu mengklasifikasikan aktivitas tersebut menjadi aktivitas bernilai tambah dan tidak bernilai tambah. Aktivitas tidak bernilai tambah ini akan dieliminasi ataupun digabungkan dengan aktivitas yang lain yang sejenis sehingga biaya tidak bernilai tambah yang muncul dari aktivitas ini dapat direduksi jumlahnya. Data yang digunakan pada penelitian kali ini yaitu data kuantitatif berupa laporan biaya divisi room Hotel Sedona Manado tahun 2012 dan data kualitatif seperti sarana dan prasarana hotel.

2.      Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang akan dilakukan pada penelitian ini adalah:
(a)     Survey pendahuluan.  Pada langkah ini akan dilakukan kunjungan awal ke perusahaan yaitu Hotel Sedona Manado. Hal ini dilakukan untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada di Hotel Sedona Manado dan untuk memperoleh gambaran umum organisasi. Pemahaman dasar ini sangat penting guna mengembangkan analisa lebih lanjut, baik dalam studi kepustakaan maupun survey lapangan.
(b)   Studi kepustakaan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengumpulkan data dan mempelajari buku-buku serta berbagai literatur ilmiah yang berkaitan dengan penulisan skripsi yang dapat digunakan sebagai pedoman dalam pemecahan masalah. 
(c)    Penelitian ini juga mengacu pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Fariyani (2012) dengan judul penelitian “Efisiensi Biaya Produksi dengan Metode Activity-Based Management (Studi Kasus Perusahaan Khalis Shoes)”.
3.      Metode Analisis Data  
Metode analisis data yang dipakai pada penelitian ini yaitu menggunakan analisis deskriptif dimana data perusahaan yang telah terkumpul ini nantinya akan disusun, diolah, kemudian dianalisis dan dibandingkan dengan teori-teori yang telah ada selama ini. Dari hasil perbandingan itu, kemudian akan ditarik suatu kesimpulan.

D.    Kesimpulan
Hasil analisis menggunakan metode activity-based management (ABM) terhadap aktivitas-aktivitas yang ada di divisi room Hotel Sedona Manado, dapat diidentifikasi aktivitas apa saja yang tergolong aktivitas bernilai tambah dan aktivitas tidak bernilai tambah. Pada divisi room terdapat beberapa aktivitas tidak bernilai tambah yang menyebabkan timbulnya biaya tidak bernilai tambah sebesar Rp. 129.030.624,92 setelah dilakukan manajemen aktivitas maka biaya tidak bernilai tambah tersebut dapat direduksi. Dapat disimpulkan penerapan ABM layak untuk diterapkan karena dengan penerapan metode tersebut terjadi efisiensi biaya sehingga akan memberi keuntungan bagi pihak hotel tanpa mengurangi jasa yang diterima pelanggan.

E.     Kontribusi dari penulis
Saran yang dapat diberikan oleh penulis jurnal kepada pihak Hotel Sedona Manado, yaitu:
1.      Untuk mencapai efisiensi biaya, maka pihak manajemen hotel sebaiknya berfokus pada pengelolaan aktivitas melalui penerapan metode identifikasi metode ABM supaya dapat diperoleh informasi mengenai aktivitas mana saja yang tergolong bernilai tambah atau tidak bernilai tambah sehingga pemakaian sumber daya yang tidak efisien oleh aktivitas tidak bernilai tambah tersebut dapat direduksi atau dieliminasi.
2.      Beberapa tindakan alternatif untuk menggabungkan aktivitas sejenis, mereduksi bahkan mengeliminasi aktivitas tidak bernilai tambah di divisi room agar tercipta efisiensi biaya, yaitu: a. Mengeliminasi aktivitas room number block dan reservation confirmation karena merupakan pengulangan aktivitas reservation call book & blocking. b. Mengeliminasi aktivitas arrangement room ocupied karena jika pihak hotel telah memastikan dengan jelas kepada pihak pemesan kamar mengenai jumlah kamar yang akan dihuni oleh tamu pada saat tamu tersebut melakukan reservasi maka pihak hotel dapat memperoleh informasi mengenai jumlah kamar yang akan disediakan untuk tamu yang memesan kamar sehingga aktivitas ini tidak diperlukan. c. Mengeliminasi aktivitas inspeksi kamar karena merupakan pengulangan aktivitas supervise housekeeping.

F.     Future Riset
1.      Memfokuskan pihak manajemen pada pengelolaan aktivitas melalui penerapan metode identifikasi ABM supaya dapat diperoleh informasi mengenai aktivitas mana saja yang tergolong bernilai tambah atau tidak bernilai tambah sehingga pemakaian sumber daya yang tidak efisien oleh aktivitas tidak bernilai tambah tersebut dapat direduksi atau dieliminasi.
2.      Mengomunikasikan konsep bahwa ABM melengkapi dan meningkatkan berbagai program perbaikan lainnya merupakan hal penting karena Probabilitas dari keberhasilan meningkat jika sitem ABM tidak bersaing dengan berbagai program perbaikan lain atau sistem akuntansi resi lainnya.
3.      Memberikan kesempatan kepada karyawan untuk mengikuti pelatihan serta meningkatkan keahlian mereka terhadap lingkungan kerja mereka yang cepat berubah.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makalah manajemen tentang konsep dasar akuntansi manajemen

makalah tentang FBM vs ABM

makalah Balance Scorecard kelompok 3