bedah jurnal ke 2



BEDAH JURNAL

JURNAL Akuntansi & Keuangan
Vol. 1, No. 1, September 2010
Halaman 79 – 94

HARGA POKOK PRODUKSI DALAM KAITANNYA DENGAN PENENTUAN
HARGA JUAL UNTUK PENCAPAIAN TARGET LABA ANALISIS
(Studi kasus Pada PT. Indra Brother’s di Bandar Lampung)
Chairul Anwar
Lidia Fasi Ashari
Indrayenti
A.    Identifikasi Masalah
Di negara–negara yang sedang berkembang khususnya Indonesia pelaksanaan pembangunan di titik beratkan pada bidang industri (manufacturing). Hal ini secara langsung menuntut semua badan-badan usaha untuk ikut serta mewujudkan pembangunan tersebut dengan melakukan kegiatan produksi yang menghasilkan produk-produk yang berkualitas tinggi dan diikuti dengan harga jual yang terjnagkau oleh setiap lapisan masyarakat atau konsumen. Badan-badan usaha tersebut selain ikut serta menunjang pelaksanaan pembangunan nasional juga mempunyai tujuan menjaga kontinue usaha dan tujuan tersebut dapat dicapai apabila dalam setiap usahanya perusahaan dapat memperoleh laba. Adapun unsur-unsur yang mempengaruhi perolehan laba tersebut adalah sebagai berikut: penjualan, harga pokok produksi, dan biaya operasional. Dalam penentuan harga jual, biaya harus diklasifikasikan sesuai dengan fungsi pokok kegiatan perusahaan dan perhitungan harga pokok produksi harus dihitung dengan tepat dan  benar.
Berdasarkan hasil penelitian, penulis mengemukakan masalah yang dihadapi oleh PT. Indra Brother’s adalah dalam pengklasifikasian biaya produksinya dimana perusahaan tidak memperhitungkan biaya persediaan akhir bahan baku didalam perhitungan harga pokok produksi. Sehingga mengakibatkan perhitungan harga pokok produksi tidak akurat dan penentuan harga jual belum menggambarkan keadaan yang sewajarnya untuk mencapai laba yang diinginkan oleh perusahaan.
  
B.     Batasan Masalah
Harga Pokok Produksi dan  Harga Jual untuk pencapaian target laba pada PT. Indra Brother’s.
C.     Metode Penelitian
1.      Metode penelitian yang dilakukan oleh penulis
a.       Penelitian Kepustakaan (library Research)
Penelitian ini dimaksudkan untuk mendapatkan penelitian secara teoritis tentang masalah-masalah yang berkaitan dengan harga pokok produksi dan harga pokok jual. Penelitian ini dilakukan dengan cara membaca, mempelajari, literatur-literatur yang ada.
b.      Penelitian Lapangan (Field Research)
Penelitian ini penulis melakukan dengan cara mengadakan observasi langsung pada PT. Indra Brother’s tujuan penelitian ini untuk memperolwh data dan menganai perhitungan harga pokok produksi perusahaan. Jenis pengumpulan data yang penulis lakukan:
1)      Observasi langsung
Yaitu pengumpulan data dengan mengamati, menyelediki dan menyelusuri secara langsung terhadap kegiatan perusahaan Indra Brother’s, untuk memperoleh data mengenai: hasil produksi, harga jual, kalsifikasi dan unsur-unsur biaya produksi dan metode pengumpulan harga pokok produksi yang ditetapkan dalam perusahaan.
2)      Wawancara (Interview)
Yaitu dengan mengadakan tanya jawab langsung dengan karyawan bagian produksi serta bagian yang terkait lainnya untuk memperoleh data mengenai keadaan seperti struktur organisasi, proses produksi, sejarah singkat perusahaan, dan lain-lain.
3)      Dokumentasi
Yaitu cara memperoleh data dengan menyusun atau mengopi dokumen-dokumen yang ada diperusahaan seperti hasil produksi, harga beli bahan baku, harga pokok, biaya tenaga kerja langsung, biaya bahan baku, BOP dan perhitungan harga pokok produksi.
2.      Meetode Analisis
Metode analisis yang penulis lakukan dan membahas permasalahan adalah sebagai berikut:
a.       Analisis Kualitatif, yaitu analisis dengan membandingkan literatur-literatur dan teori-teori dengan pelaksaan dalam perusahaan terutama yang berkaitan dengan harga pokok produksi.
b.      Analisis Kuantitatif, yaitu analisis perhitungan-perhitungan atas dasar data-data yang ada dan menganalisis perhitugan harga pokok produksi dan harga jual berdasarkkan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk melakukan kegiatan produksi.
D.    Hasil Dari Jurnal
a.       Kesimpulan
Perhitungan harga pokok produksi yang dilakukan perusahaan belum tepat. Hal ini diseabkan perusahaan tidak memasukkan persediaan akhir bahan baku, yang seharusnya persediaan akhir bahan baku harus dihitung dalam perhitungan harga pokok produksi. Harga jual perusahan lebih tinggi dibanding dengan harga jual pada perusahaan kopi yang sejenisnya, disebabkan sebagai berikut:
1)       Dalam perhitungan biaya bahan baku masih terdapat kesalahan perhitungan dimana biaya bahan baku terdapat selisih sebesar Rp. 712.625.000,00. Hal ini disebabkan tidak diperhitungkannya nilai persediaan akhir bahan baku didalam menghitung biaya bahan baku.
2)      Dalam perhitungan harga pokok produksi perusahaan menggunakan metode harga pokok proses yang didalam perhitungannya, diketahui terdapat selisih harga pokok produksi sebesar Rp. 161,3 dimana perhitungan harga pokok produksi menurut perusahaan sebesar Rp. 7.089,47 yang seharusnya Rp. 6.928,17.
b.      Saran
Berdasarkan analisa yang dilakukan penulis pada PT. Indra Brother’s, saran – saran yang bisa diberikan penulis bagi PT. Indra Brother’s adalah :
1)      Sebaiknya perusahaan didalam menghitung biaya bahan baku yang dimiliki, memperhitungkan nilai persediaan akhir dari bahan baku tersebut.
2)      Sebaiknya perusahaan didalam melakukan perhitungan harga pokok produksi membuat laporan harga pokok produksi dengan disertai keakuratan, sehingga harga jual yang ditentukan dapat mencapai laba yang dinginkan.
E.     Riset yang dikembangkan oleh kelompok
Dalam menghitung biaya bahan baku yang dimiliki oleh suatu perusahaan harus diperhitungkan nilai persediaan akhir dari bahan baku tersebut. Kemudian perusahaan juga harus memperhatikan didalam melakukan perhitungan harga pokok produksi perusahaan membuat laporan harga pokok produksi disertai dengan keakuratan, sehingga harga jual yang ditentukan dapat mencapai laba yang diinginkan oleh perusahaan tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makalah manajemen tentang konsep dasar akuntansi manajemen

makalah tentang FBM vs ABM

makalah Balance Scorecard kelompok 3