TUGAS AKUNTANSI MANAJEMEN 1 KELOMPOK 3

TUGAS KELOMPOK
3
tentang:
PENGANTAR
AKUNTANSI MANAJEMEN
Oleh:
HAMDANI
PUTRA : 1630402043
MUHAMAD
YUSUF : 1630402063
MUHAMMAD
ILHAM : 1630402066
MULIA
RAMDANI : 1630402069
MULYA
YUHANDA : 1630402070
NOVRI ZAKI RAHMAN : 1630402080
Dosen Pembimbing:
MEGA RAHMI, S.E,Sy, M.Si
JURUSAN EKONOMI SYARIAH KONSENTRASI AKUNTANSI SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM (FEBI)
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
BATUSANGKAR
2017/2018
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Swt yang
telah melimpahkan rahmatnya kepada penulis, sehingga dapat menyelesaikan makalah
ini. Penulisan makalah ini bertujuan untuk menambah ilmu pengetahuan mengenai
materi akuntansi manajemen sekaligus untuk melengkapi tugas.
Dalam makalah ini penulis membahas mengenai “Pengantar
Akuntansi Manajemen” dengan sub materinya sistem informasi akuntansi manajemen,
akuntansi manajemen vs akuntansi keuangan, sejarah singkat akuntansi manajemen,
tema baru dalam akuntansi manajemen, peran akuntan manajemen, serta akuntansi
manajemen dan perilaku etis.
Penulis menyadari, masih banyak sekali kekurangan yang
dibuat dalam penulisan makalah ini, oleh karena itu dengan segala kerendahan hati penulis mengharapkan
kepada pembaca untuk memberikan masukan untuk perbaikan penulisan makalah ini
di masa yang akan datang.
Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua
pihak yang telah banyak membantu dalam penulisan makalah akuntansi manajemen
ini, semoga apa yang telah diberikan kepada penulis baik materil maupun moril
mendapatkan pahala dari Allah Swt, Amin.
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dewasa ini
profesi akuntan manajemen kurang begitu terkenal dibandingkan profesi akuntan publik.
Banyak orang berpandangan bahwa profesi akuntan manajemen adalah profesi kelas
dua. Manajemen suatu perusahaan banyak yang tidak mengetahui siapa akuntan
manajemen dan apa pekerjaan akuntan manajemen.(Supriyono, 1999 : 7)
Kurangnya
pengakuan terhadap profesi akuntan manajemen mungkin disebabkan banyak faktor,
di antara faktor-faktor tersebut salah satu faktor yang penting adalah
kurangnya definisi yang tepat tentang akuntansi manajemen. Suatu definisi
akuntansi manajemen yang bersifat operasional diperlukan untuk
mengidentifkasian keunikan bidang akuntansi manajemen dan peranan akuntan
manajemen. Definisi akuntansi manajemen dan akuntan manajemen adalah hal
penting untuk mengembangkan akuntansi manajemen dan profesi akuntansi
manajemen. Oleh karena itu, pada makalah ini akan dibahas hal-hal pokok
mengenai akuntansi manajemen.
B. Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud dengan sistem informasi akuntansi manajemen?
2. Apa saja perbedaan antara akuntansi manajemen dengan akuntansi keuangan
? dalam hal apa dua bidang studi itu sama ?
3. Bagaimana sejarah singkat akuntansi manajemen?
4. Apa saja tema baru dalam akuntansi manajemen ?
5. Jelaskan bagaimana peran seorang akuntan manajemen ? bagaimana
pergeseran peran akuntansi manajemen ?
6. Apa saja perilaku etis yang harus dipenuhi oleh seorang akuntan manajemen
?
BAB II
Pembahasan
A. Sistem Informasi Akuntansi Manajemen
Sistem akuntansi manajemen
Suatu sistem
yang dapat memberikan atau menyampaikan informasi yang relevan kepada manajer
untuk mengambil keputusan, perencanaan, dan pengawasan. sistem akuntansi
manajemen seharusnya didisain dari perspektif pengambilan keputusan yang
strategis, oleh sebab itu hanya informasi yang relevan untuk keputusan-keputusan
tertentu saja yang dapat disediakan. Informasi yang dikumpulkan dan dianalisis
oleh akuntan manajemen digunakan untuk mendukung tindakan-tindakan manajemen.
Semua manajer bisnis memerlukan informasi yang akurat dan tepat, untuk
menunjang keputusan-keputusan berharga, perencanaan, operasi, dan banyak
keputusan lainnya.
Sistem informasi akuntansi manajemen
Suatu komponen akuntansi yang mengumpulkan,
mengklasifikasikan, memproses, menganalisa, mengkomunikasikan informasi
pengambilan keputusan dengan orientasi finansial relevan bagi pihak-pihak luar
dan pihak-pihak dalam perusahaaan, secara prinsip adalah manajemen. Sistem
informasi akuntansi sebagai salah satu subsistem perusahaan harus dapat
berintegrasi dengan subsistem lainnya, sehingga sasaran dari informasi
akuntansi dan tujuan dari perusahaan dapat tercapai.
Hansen/Mowen
dalam bukunya menjelaskan bahwa Sistem Informasi Akuntansi Manajemen adalah
“Sistem informasi yang menghasilkan keluaran (output) dengan menggunakan
masukan (input) dan memprosesnya untuk mencapai tujuan khusus manajemen”.
Proses (pengolahan) adalah inti dari suatu sistem informasi akuntansi manjemen
dan digunakan untuk mengubah masukan menjadi keluaran yang memenuhi tujuan
suatu sistem. Suatu proses dapat dijelaskan oleh aktivitas seperti pengumpulan
(collecting), pengukuran (measuring), penyimpanan (storing), analisis (analysis),
pelaporan (reporting), dan pengelolaan (managing) informasi. Keluarannya dapat
berupa laporan khusus, biaya produk, biaya pelanggan, anggaran laporan kinerja,
dan bahkan komunikasi personal. (Yazid, 2012)
Informasi akuntansi manajemen dibutuhkan dan digunakan
dalam semua lingkup manajemen. Informasi akuntansi manajemen membantu para
manajer menjalankan perannya dalam melakukan aktivitas perencanaan,
pengendalian dan pengambilan keputusan. Manajer dan karyawan menggunakan
informasi akuntansi manajemen untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah
serta mengevaluasi kinerja.
Tidak ada suatu kriteria formal yang menjelaskan sifat
dari input atau proses, bahkan ouput dari system informasi akuntansi manajemen.
Kriteria tersebut bersifat fleksibel dan tergantung pada tujuan tertentu yang
hendak dicapai manajemen. Sistem akuntansi manajemen mempunyai tiga tujuan
utama:
1.
Menyediakan informasi untuk pembiayaan jasa, produk dan obyek lain
yang menjadi kebutuhan/kepentingan manajemen.
2.
Menyediakan informasi untuk perencanaan, pengendalian,
pengevaluasian dan perbaikan berkelanjutan.
3.
Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.
Mengingat pentingnya informasi akuntasi manajemen ini,
manajer dan penguna lainnya harus mengetahui bagaimana cara menggunakannya.
Apapun bentuk orgasasinya, baik perusahaan manufaktur maupun perusahaan jasa,
manajer harus memiliki kemampuan yang cukup dalam menggunakan informasi
akuntansi. (Suedi, 2012)
Berdasarkan peraga 1.1 diatas ada tiga kata penting
yang terkandung dalam pengertian sistem informasi akuntansi meliputi :
a. Masukan
Masukan adalah data yang direkam akibat peristiwa ekonomi yang
dilakukan di dalam perusahan. Contohnya data yang diinput dalam system
informasi manajemen adalah jenis bahan baku, harga bahan baku, tarif upah
karyawan, jam kerja, jam lembur, jam kerja mesin dan lain-lain.
b. Proses Proses adalah mengubah data menjadi informasi,
contoh proses adalah mengidentifikasi, mengukur, mengakumulasi, menyiapkan,
menganalisis, menginterpretasikan dan mengkomunikasikan kejadian ekonomi bias
menggunakan alat bantu computer atau juga tanpa alat batu computer.
c. Keluaran
Keluaran
adalah informasi, informasi adalah laporan yang dihasilkan oleh sistem
informasi akuntansi manajemen. Contoh laporan adalah laporan biaya produk,
laporan biaya aktifitas, laporan biaya departemen, laporan pembelian bahan
baku, laporan jam kerja karyawan, dan lain sebagainya yang digunakan sebagai
alat pengambilan keputusan.
Manajer melakukan pengambilan keputusan berdasarkan
informasi yang tertuang dalam laporan, setelah digunakan untuk pengambilan
keputusan manajer mendapatkan umpan balik (feedback). Umpan balik adalah
informasi seberapa baik keputusan dijalankan dan apa tindakan koreksi yang
dibutuhkan untuk melakukan perbaikan tahap pengambilan keputusan selanjutnya. (Kardinal, 2014)
B. Akuntansi Manajemen vs Akuntansi Keuangan
Ditinjau
dari definisi luas akuntansi manajemen, akuntansi keuangan adalah bagian dari
akuntansi manajemen. Tetapi ditinjau dari definisi sempit akuntansi manajemen,
akuntansi keuangan berbeda dengan akuntansi manajemen.Perbedaan
akuntansi keuangan dengan akuntansi manajemen dapat ditinjau dari beberapa
faktor. Faktor-faktor tersebut dapat digolongkan ke dalam
1. Tujuan utama
a. Tujuan utama akuntansi keuangan
Tujuan utama akuntansi keuangan adalah menyajikan
laporan keuangan suatu satuan usaha atau organisasi tertentu untuk kepentingan
pihak eksternal. Jika satuan usaha tersebut suatu perusahaan, maka pihak eksternalnya
adalah para pemegang saham, pemerintah, kreditor, calon investor, karyawan,
lembaga-lembaga keuangan dan sebagainya dalam rangka membuat keputusan ekonomi.
Keputusan yang akan dibuat oleh para pemakai eksternal tersebut saling berbeda,
hal ini disebabkan kepentingan masing-masing pihak eksternal juga berbeda atau
mungkin malahan saling bertentangan.
b. Tujuan utama akuntansi manajemen
Tujuan utama akuntansi manajemen adalah menyajikan
laporan-laporan suatu satuan usaha atau organisasi tertentu atau bagian-bagiannya
untuk kepentingan pihak internal dalam rangka melaksanakan proses manajemen.
Para pemakai internal adalah berbagai tingkatan manajemen yang ada pada
struktur organisasi yang bersangkutan dalam rangka melaksanakan proses
manajemen, yaitu perencanaan, pembuatan keputusan, dan pengendalian kegiatan
organisasi.
2. Dasar penyusunan laporan
a. Dasar penyusunan laporan akuntansi keuangan
Laporan keuangan yang dihasilkan oleh akuntansi
keuangan disusun atas dasar kesesuaianny dengan prinsip akuntansi yang diterima
umum, di Indonesia berpedoman pada Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI), yang
harus diterapkan secara konsisten dengan periode-periode sebelumnya. Laporan
keuangan harus disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang diterima umum
karena informasi yang disajikan oleh laporan tersebut dipakai oleh pihak-pihak
eksternal yang mempunyai kepentingan yang berbeda-beda. Jadi laporan keungan
harus bersifat independen, tidak memihak pada kepentingan pemakai tertentu.
Akuntansi public terdaftar, dengan menggunakan norma atau standard pemeriksaan,
berfungsi untuk memeriksa kewajaran suatu laporan keuangan.
b. Dasar penyusunan laporan akuntansi manajemen
Laporan yang dihasilkan oleh akuntansi manajemen,
penyusunan tidak dibatasi oleh prinsip akuntansi yang diterima umum. Dasar
penyusunan laporan akuntansi manajemen adalah manfaat atau faedah laporan
tersebut pada manajemen dengan mempertimbangkan biaya dan manfaat (cost and
benefid). Dasar penyusunan laporan untuk manajemen adalah teori keputusan
ekonomi, dan di Amerika Serikat juga didasarkan pada Cost Accounting
Standart Board (CASB) yang dikeluarkan oleh NAA. Jadi penyusunan laporan
untuk manajemen lebih bebas dibanding dengan laporan untuk pihak eksternal.
3. Objek yang diukur dan dikomunikasikan
a. Objek pengukuran akuntansi keuangan
Lapotan keuangan untuk pihak eksternal berhubungan
dengan bagaimana mengukur dan mengkombinasikan kondisi-kondisi dan kemampuan
ekonomi suatu perusahaan sebagai suatu keseluruhan. Akuntansi keuangan tidak
mengutamakan pengukuran prestasi kerja para manajer pada berbagai bagian di
dalam organisasi.
b. Objek pengukuran akuntansi
manajemen
Laporan untuk manajemen berhubungan dengan mengukur
dan mengkomunikasikan prestasi para manajer pada berbagai tingkatan atau bagian
di dalam organisasi. (Ahmad, 1997)
4. Orientansi laporan
a. Orientasi laporan akuntansi keuangan
Orientasi laporan keuangan untuk pihak eksternal adalah
orientasi historikal atau masa lalu, yaitu penilaian historical terhadap
kondisi dan kemampuan ekonomi masa lalu dengan membandingkan prsetasi atau data
historical tahun-tahun yang lalu, misalnya selama dua tahun terakhir.
b. Orientasi laporan akuntansi manajemen
Orientansi laporan yang disajikan oleh akuntansi
manajemen adalah orientasi masa depan, data historikal hanya dipakai sebagai
dasar untuk prediksi masa depan. Di dalam prediksi tidak hanya mempertimbangkan
faktor-faktor ekonomi, tetapi juga mempertimbangkan faktor-faktor non-ekonomi
di masa depan. Keputusan masa depan dipakai untuk menilai prestasi masa depan.
Misalnya penyusunan anggaran adalah keputusan masa depan yang sekaligus dipakai
sebagai dasar menilai prestasi masa depan.
5. Jarak waktu pelaporan
a. Jarak waktu pelaporan akuntansi keuangan
Jarak waktu pelaporan akuntansi keuangan kurang
fleksibel. Laporan keuangan untuk pihak eksternal umumnya berjarak waktu satu
tahun sehingga disebut laporan tahunan. Jika perusahaan menyusun laporan
interim, maka jarak waktu pelaporan eksternal paling cepat adalah setengah
tahun sekali.
b. Jarak waktu pelaporan akuntansi manajemen
Jarak waktu pelaporan akuntansi manajemen lebih
fleksibel. Laporan dapat disusun sesuai dengan kapan diperlukan oleh manajemen.
Laporan dapat disusun dalam jarak waktu yang lebih pendek, misalnya : per jam,
per hari, per minggu, per bulan, per semester, per tahun. Laporan untuk
manajemen dapat pula dengan interval waktu yang lebih panjang, misalnya laporan
perencanaan untuk : lima tahunan, sepuluh tahunan, lima belas tahunan. Tetapi
laporan dapat pula disusun dalam jarak waktu yang tidak teratur, yaitu sesuai
dengan kebutuhan manajemen.
6. Bentuk laporan
a. Bentuk laporan akuntansi keuangan
Bentuk laporan akuntansi keuangan yang disajikan
kepada pihak eksternal umumnya berbentuk laporan-laporan ringkasan (summary
reports) dan berhubungan dengan perusahaan sebagai suatu kesatuan.
b. Bentuk laporan akuntansi manajemen
Bentuk laporan keuangan untuk pihak internal adalah
laporan yang terperinci (detail report), misalnya laporan untuk :
setiap bagian perusahaan, setiap jenis produk, setiap kegiatan individual,
setiap divisi atau departemen, setiap pusat pertanggungjawaban, setiap daerah,
dan sebagainya.
7. Tingkat kesulitan penyusunan laporan
a. Penyusunan laporan akuntansi keuangan
Penyusunan laporan keuangan untuk pihak eksternal relative
lebih mudah dan pada dasarnya hanya menggunakan disiplin atau pengetahuan
akuntansi, yaitu bagaimana memproses transaksin historikalmenjadi laporan
keuangan.
b. penyusunan laporan keuangan menajemen
penyusuna laporan untuk pihk internal reltif lebih
sulit,informasi yang diperlukanmeliputi informasi kuantitatif dan
kualitatif.oleh karena itu disiplin pengetahuan yang dipakai lebih lus dan
komplek,misalny;akuntansi, ekonomi, organisasi, prediksi, psikologi, social
budaya, dan sebagainya.
8. Isi laporan
a. Isi laporan akuntasi keuangan
Isi laporan akuntansi laporan keuangan untuk pihak
eksteral umum ny terdiri atas neraca, lporan laba rugi, laporan perubahan
modal, dan laporan aliran dana.
b. Isi laporan akuntansi menajemen
Isi laporan akuntansi menajemen untuk pihk internl
umum nya meliputi anggaran, laporan biaya, laporan pelaksanaan atau prestasi,
dan laporan-laporan analisis khusus lainnya.
9. Presisi laporan
a. Tingkat presisi laporan akuntansi keuangan
Waktu yang tersedia untuk menyiapkan laporan akuntansi
keuangan untuk pihak eksternal lebih longgar, oleh karena mempunyai tingkat
presisi dan akurasi yang lebih tinggi.
b. Tingkat presisi laporan akuntansi manajemen
Laporan keuangan untuk berbagai tingkatan manajemen
umumnya harus dibuat dengan segera sehingga kecepatan informasi adalah lebih
penting agar segera dapat dipakai untuk menyelesaikan masalah yang timbul. Oleh
karena itu, pada akuntansi manajemen tingkat presisi dan akurasi sifatnya
kurang penting dibandingkan dengan sifat segera dan cepatnya penyediaan
informasi.
10. Sifat mendatori
a. Sifat mandatori akuntansi keuangan
Akuntansi keuangan bersifat mandatory. Apa yang harus
dikerjakan di dalam penyusunan laporan keuangan harus mencukupi informasi yang
diperlukan oleh berbagai pihak luar yang memakainya, sehingga laporan keuangan
harus disusun sesuai dengan mandat atau amanat dari badan-badan yang mempunyai
kekuasaan, misalnya bursa saham, kantor pajak, akuntan publik terdaftar (dalam
bentuk prinsip akuntansi yang diterima umum yang diterapkan secara konsisten).
Oleh Kantor akuntansi publik atau badan lain yang ditunjuk, laporan keuangan
tersebut akan diperiksa apakah telah disusun sesuai dengan mandate atau amanat
yang diharuskan.
b. Sifat mandatori akuntansi manajemen
Akuntansi manajemen tidak bersifat mandatori. Suatu
perusahaan benar-benar bebas untuk menyusun laporan yang diperlukan oleh
manajemen. Tidak ada badan-badan lain yang menentukan tentang apa yang harus
dikerjakan di dalam penyusunan laporan untuk kepentingan manajemen. Jadi
sifatnya opsional, pertanyaan yang timbul dalam penyusunan adalah : Apakah
informasi tersebut bermanfaat ?
Faktor Perbedaan
|
Akuntansi Keuangan
|
Akuntansi Manajemen
|
Tujuan Utama
|
Pihak-pihak ekstenal organisasi, misalnya : pemegang
saham, pajak, kreditur, dan lainnya.
|
Pihak-pihak internal organisasi, yaitu berbagai
tingkatan manjemen.
|
Dasar Penyusunan Laporan
|
Prinsip akuntansi yang diterima umum, diperiksa
berdasar norma pemeriksaan akuntan.
|
Biaya dan manfaat, hubungannya dengan teori
keputusan manajemen. Jadi lebih bebas.
|
Objek yang diukur dan dikomunikasikan
|
Kondisi-kondisi dan kemampuan ekonomi perusahaan
sebagai keseluruhan.
|
Prestasi para manajer pada berbagai tingkatan
organisasi.
|
Orientasi Laporan
|
Orientasi masa lalu, penilaian historical terhadap
kemampuan ekonomi masa lalu.
|
Orientasi masa depan, prediksi dengan
mempertimbangkan factor ekonomi dan non-ekonomi.
|
Jarak Waktu Pelaporan
|
Kurang fleksibel, hanya laporan tahunan atau laporan
tengan tahunan.
|
Lebih fleksibel, dapat disusun dengan jarak waktu
lebih pendek atau lebih panjang.
|
Bentuk Laporan
|
Bentuk ringkasan dan berhubungan dengan perusahaan
sebagai keseluruhan.
|
Bentuk terinci untuk setiap kegiatan, jenis produk,
divisi, daerah, dan lain-lain.
|
Tingkat Kesulitan
|
Lebih mudah, pada dasarnya menggunakan displin
akuntansi.
|
Lebih sulit, menggunakan multi displin pengetahuan.
|
Isi Laporan
|
Neraca, laporan rugi-laba, perubahan modal, dan
aliran dana.
|
Anggaran, laporan biaya, laporan prestasi, laporan
analisis khusus, dan lain-lain.
|
Tingkat Presisi
|
Presisi dan akurasinya lebih tinggi
|
Presisi dan akurasinya lebih rendah, karena yang
penting cepat atau tepat waktu.
|
Sifat Mandatori
|
Bersifat mandatori, mengikuti mandat badan atau
penguasa tertentu.
|
Tidak bersifat mandatori, yang penting manfaat
informasi.
|
Meskipun antara akuntansi manajemen dalam
artian sempit mempunyai banyak perbedaan dengan akuntansi keuangan sebagaimana
telah dibahas di atas, tetapi antara keduanya ada beberapa kesamaan atau
kemiripan. Beberapa kesamaan antara akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen
adalah sebagai berikut :
1. Baik akuntansi manajemen maupun akuntansi keuangan mengandalkan pada sistem
informasi akuntansi yang sama. Mempunyai dua sistem pengumpulan data berbeda
yang berjalan berdampingan, akan merupakan pemborosan uang. Karena alas an ini,
akuntansi manajemen memanfaatkan seluas-luasnya data akuntansi keuangan yng
dihasilkan rutin, meskipun akuntansi menajemen memperluas dan menambah data
tersebut. (Gorrison, 2002)
2. Beberapa karekteritik kualitatif yang harus dipenuhi oleh akuntansi
manajemen maupun akuntansi keuangan adalah sama, misalnya : relevansi,
objektifitas, tepat waktu, dan sebagainya.
3. Baik akuntansi manajemen maupun akuntansi keuangan mendasarkan pada
konsep pertanggungjawaban (responsibility) dan pengurusan (stewardship).
Bedanya, untuk akuntansi keuangan mendasarkan pada pertanggung-jawaban dan
pengurusan organisasi sebagai suatu kesatuan, tetapi pada akuntansi manajemen
mendasarkan pada bagian-bagian organisasi. (Supriyono, 1987)
C.
Sejarah Singkat Akuntansi Manajemen
Sebagian besar prosedur penentuan
harga pokok (product costing) dan
prosedur akuntansi internal yang digunakan di abad ini dikembangkan pada tahun
1880-1925. Pada tahun 1925, prosedur akuntansi manajemen lebih menitik beratkan
pada penentuan biaya persediaan (inventory
costing) untuk pelaporan eksternal.pada tahun 1950an-1960an, dilakukan beberapa
usaha untuk meningkatkan pemanfaatan secara manajerial dari sistim biaya
tradisional. Pada tahun 1980an -1990an , diketahui bahwa banyak praktik
akuntansi manajemen tradisional yang sudah tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan
manajerial. Tindakan signifikan mulai dilakukan untuk mengubah konsep dan
praktik akuntansi manajemen agar manajemen dapat meningkatkan mutu dan
produktifitas serta mengurangi biaya dalam lingkungan bisnis yang semakin
kompetitif. (Modul Akuntan Manajemen , 2007)
Ini menandai dimulainya era
akuntansi manajemen kontemporer. Selanjutnya untuk merespon kegagalan yang
dialami sistem akuntansi tradisional dilakukan sistem manajemen biaya baru yang
dapat memenuhi kebutuhan lingkungan ekonomi saat ini. (Kadafi, 2010)
D. Tema Baru dalam Akuntansi Manajemen
Misi akuntansi manajemen saat ini adalah untuk membantu inovasi
yang berkesinambungan dan menciptakan daya saing di masa depan. Semua karyawan
termasuk karyawan pabrik, sekarang perlu berfikir saat mereka bekerja.
Prioritas manajemen adalah bersama-sama dengan karyawan untuk mempromosikan aktivitasinovasi.
Akuntansi manajemen saat ini harus mengembangkan kesadaraan terus-menerus
terhadap strategi dalam setiap kesempatan yang tersedia dan menjamin bahwa para
karyawan sebagai satu kesatuan dapat terlibat dalam aktivitas inovasi sehingga
memungkinkan mereka mempunyai peran dalam strategi korporasi. Ada empat tema
baru akuntansi manajemen yang harus memperoleh perhatian, meliputi:
1.
Memusatkan
pada pengaruh perilaku (mengaitkan strategi organisasi pada tindakan). Akuntansi
manajemen inovatif berguna untuk mendorong para karyawan agar berprilaku sesuai
dengan strategi organisasi sehingga mereka termotivasi untuk berfikir dan
bertindak secara strategik dan mengimplementasikan suatu strategi pilihan.
2.
Manajemen
pemicu-pasar (market-driven).
Manajemen pemicu pasar mengharuskan manajemen berpikir untuk memberikan
prioritas pada kebutuhan pasar atau para karyawan diatas
keterbatasan-keterbatasan teknologi. Di atas semua itu, manajemen harus
memperhatikan trend pasar dan apa yang diinginkan dan diperlukan oleh
pelanggan.
3.
Pendekatan
dinamik. Pendekatan dinamis memandang bahwa kinerja harus didasarkan pada
jangka waktu panjang dan tidak hanya menekankan pada jangka waktu pendek secara
individual.
Pendekatan berorientasi tim. Pendekatan berorientasi tim
mensyaratkan para akuntan manajemen harus memudahkan penggunaan secara
bersama-sama semua pengetahua dari pengalaman dalam organisasi agar dapat
melakukan pengukuran kinerja keuangan maupun non keuangan. (Octavia, 2003)
E. Peran Akuntan Manajemen
Yang dimaksud dengan “Peran “ adalah serangkaian pola prilaku yang
diharapkan dari seseorang, karena orang tersebut memegang posisi tertentu dalam
suatu unit usaha atau organisasi. Dengan demikian, posisi yang dipegang oleh
orang tersebut menuntutnya agar berprilaku sesuai dengan jabatan yang
dipegangnya. Selanjutnya melihat pendapat para ahli yang sudah dikemukakan
didepan dimana Robins menekankan bahwa peran, merupakan seperangkat pola
prilaku yang melekat pada seseorang, karena menyandang posisi atau jabatan
tertentu dalam masyarakat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa peran
seseorang dalam lingkungannya selalu dikaitkan serta hubungan dengan status
atau kedudukannya dalam lingkungan tersebut.
Jika dihubungkan dengan “Peran Akuntansi Manajemen dalam
Pengambilan Keputusan Manajerial” peran akuntansi manajemen dalam proses
pengambilan keputusan-keputusan manajemen untuk
memenuhi tujan khusus yang ingin dicapai manajemen dalam suatu unit
usaha atau organisasi. (Suedi, 2012)
Peran seorang akuntan manajemen dalam organisasi adalah sebagai
pendukung organisasi. Akuntan manajemen bertanggung jawab untuk mengidentifikasi,
mengukur, menganalisis, menyiapkan, mengintepretasikan dan mengkomunikasikan
informasi yang dibutuhkan oleh manajemen untuk pengambilan keputusan.
Akuntan manajemen biasanya terlibat secara langsung dalam proses
manajemen sebagai anggota penting dalam tim manajemen, minsalnya sebagai
kontroler (kepala bagian akuntan) dan manajer akuntan biaya.
Akuntan manajemen bertugas membantu orang-orang lini (line position), yaitu pihak yang
bertanggungjawab langsung dalam melaksanakan tujuan dasar organisasi, minsalnya
manajer bagian produksi. Dalam hal ini akuntan manajemen berada dalam posisi
staff (Staff Position), yaitu posisi
yang mendukung tugas lini dan tidak bertanggungjawab langsung terhadap tujuan
dasar organisasi. (Modul Akuntan Manajemen , 2007)
Sebagian besar organisasi terdiri dari departemen-departemen atau
unit-unit yang serupa diberi tanggungjawab atas fungsi atau aktivitas-aktivitas
khusus. Struktur Organisai biasanya digambarkan dalam bagan organisasi yakni
sebagai berikut :
Masing-masing unit pelaporan didalam
sebuah organisasi dapat dilihat sebagai tanggung jawab lini (line responsibility) ataupun
tanggungjawab staff (Staff
responsibility). Tanggungjawab ini berupa mengambil keputusan dan pemberian
arah yang memedu aktivitas-aktivitas menuju tujuan perusahaan.
Tugas-tugas spesifik manajer
(Akuntan) akuntansi manajemen adalah:
1.
Bantuan
dalam merancang sistem informasi organisasi
2.
Kepastian
bahwa sistem berjalan secara memadai
3.
Pelaporan
informasi secara berkala kepada manajer-manajer yang berkepentingan
4.
Pelaksanaan
analisis-analisis khusus
Tanggungjawab manajer (akuntan) akuntansi manajemen meliputi:
1.
Menjaga
diri untuk tidak mengungkapkan tanpa ijin informasi rahasia berkenaan dengan
tugas-tugasnya, kecuali diharuskan secara hukum.
2.
Melakukan
tugas-tugas profesionalnya sesuai dengan hukum, peraturan dan standar teknis
yang berlaku.
3.
Menyusun
laporan dan rekomendasi yang lengkap serta jelas setelah melakukan analisis
yang benar terhadap informasi yang relevan dan dapat dipercaya.
Disamping tanggungjawab diatas, manajer (Akuntan) akuntansi
manajemen juga berkewajiban untuk:
1.
Menahan
diri untuk tidak mengungkapan tanpa ijin informasi rahasia berkenaan dengan
tugas-tugasnya, kecuali diharuskan secara hukum.
2.
Memberitahu
bawahan seperlunya kerahasian dari informasi yan berkenaan dengan tugas-
tugasnya dan memonitor aktivitas mereka untuk menjaga kerahasian tersebut.
3.
Menahan
diri dari penggunaan informasi rahasia yang berkaitan dengan tugas-tugasnya
untuk tujuan tidak sah baik secara pribadi maupun melalui pihak ketiga.
4.
Menahan dari konflik kepentingan aktual atau
terlihat nyata dan mengingatkan semua pihak terhadap potensi konflik.
5.
Menahan
diri dari keterlibatan berbagai aktivitas yang akan menimbulkan kerugian
terhadap kemampuan mereka untuk melakukan tugasnya secara etis.
6.
Menolak
pemberian, penghargaan dan keramah-tamahan yang dapat mempengaruhi mereka dalam
bertugas.
7.
Menahan
diri untuk tidak melakukan penggerogotan terhadap legitimasi organisasi dan
tujuan-tujuan etis, baik secara pasif maupun aktif.
8.
Mengenali
dan mengkomunikasikan berbagai batasan profesional atau kendala lainnya yang
akan menghalangi munculnya penilaian yang bertanggungjawab atau kinerja sukses
dari suatu aktivitas.
9.
Mengkomunikasikan
informasi yang baik atau buruk dan penilaian atau opini profesional.
10.
Menahan diri dari keterlibatan dalam aktivitas
yang merugikan profesi (kriminal). (Suedi, 2012,
hal. 79 )
Pergeseran Peran Akuntan Manajemen
Dalam era teknologi informasi dimana
kemajuan teknologi berkembang sangat cepat dan komputer merupakan alat produksi
yang dominan. Knowledge Workers merupakan sumber daya manusia
yang dominan dalam menajalan bisnis, maka peranan akuntan manajemen haruslah
menyesuaikan, minsalnya yang dulu hanya sebatas berperan dalam tradisional cost accounting, dan hanya beroperasi
dalam general rouine accounting
information and report akan menghadapi resiko digesar oleh ahli komputer
dan profesional lain, serta perangkat lunak komputer. Agar tetap mempunyai
nilai didalam era teknologi informasi akuntan manajemen harus menambah
kompetensinya minsalnya dibidang perancangan desain, menginstalasi, dan
mengoperasikan manajemen yang digunakan oleh perusahaan agar tetap kompetitif,
disamping itu akuntan manajemen juga harusnya tidak lagi hanya sebagai penyedia
informasi keuangan bagi pengambil keputusan tetapi juga harus bisa menempatkan
diri sebagai pengambil keputusan itu sendiri, dengan bergabung sebagai anggota
senior dalam tim manajemen yang bertugas mengambil keputusan-keputusan
strategik. (oktaufik,
2000)
F. Akuntansi Manajemen dan Perilaku Etis
Menurut
Supriyono (1999 : 8), dalam buku Akuntansi Manajemen I mendefinisikan Akuntansi
Manajemen adalah proses identifikasi, pengukuran, pengumpulan, analisis,
penyiapan, dan komunikasi informasi financial yang digunakan oleh manajemen
untuk perencanaan, evaluasi, pengendalian dalam suatu organisasi, serta untuk
menjamin ketepatan penggunaan sumber-sumber dan pertanggungjawaban atas
sumber-sumber tersebut.
Akuntansi
manajemen juga meliputi penyiapan laporan financial yang digunakan oleh
manajemen untuk perencanaan, evaluasi, pengendalian dalam suatu organisasi,
serta untuk menjamin ketepatan penggunaan sumber-sumber dan pertanggungjawaban
atas sumber-sumber tersebut. Akuntansi manajemen juga meliputi penyiapan
laporan financial untuk kelompok-kelompok non-manajemen seperti minsalnya para
pemegang saham, para kreditor, lembaga-lembaga pengaturan, dan penguasa
perpajakan.
Kode etik
adalah pedoman berperilaku bagi seseorang dalam menjalankan profesinya.
Perilaku etis melibatkan penilaiann moral yang mencakup penerapan konsep benar,
salah, baik, buruk dan tanggungjawab. Perilaku etis akuntan manajemen
diperlukan untuk menciptakan profesi yang dapat dipercaya. Sepuluh nilai inti
yang menggambarkan prinsip moral dalam etika :
1. Kejujuran (honesty)
2. Integritas (integrity)
3. Memegang janji (Promise keeping)
4. Kesetiaan (fidelity)
5. Keadilan (fairness)
6. Kepedulian terhadap sesama (caring for other)
7. Penghargaan pada orang lain (resfect for order)
8. Kewarganegaraan yang bertanggungjawab (responsibility citizenship)
9. Pencapaian kesempurnaan (pursuit of exelence)
10. Akuntanbilitas (accountability)
Di Indonesia, IAMI menyusun standar etika yang menggambarkan perilaku
etis akuntan manajemen. Akuntan manajemen dituntut tidak melakukan tindakan
yang tidak sejalan dengan standar etika ini. Berikut standar etika manajemen:
1. Kompetensi
Akuntan manajemen bertanggungjawab pada hal-hal
sebagai berikut:
a. Menjaga tingkat kompetensi professional yang diperlukan dengan terus
menerus mengembangkan pengetahuan dan keahliannya.
b. Melakukan tugas-tugas profesionalnya sesuai dengan hukum, peraturan, dan
standar teknis yang berlaku.
c. Menyusun laporan dan rekomendasi yang lengkap serta jelas setelah
melakukan analisis yang tepat terhadap informasi yang relevan dan dapat
dipercaya.
2. Kerahasiaan
Akuntansi manajemen bertanggungjawab pada hal-hal
sebagai berikut:
a. Menahan diri untuk tidak mengungkapkan tanpa izin informasi rahasia
berkenaan dengan tugas-tugasnya kecuali diharuskan secara hukum.
b. Memberitahukan bawahan seperlunya kerahasiaan dari informasi yang
berkenaan dengan tugas-tugasnya dan memonitor aktifitas mereka untuk menjaga
kerahasiaan tersebut.
c. Menahan diri dari penggunaan informasi rahasia yang berkaitan dengan
tugas-tugasnya untuk tujuan tidak etis dan sah, baik secara pribadi maupun
melalui pihak ke tiga.
3. Integritas
Akuntan manajemen bertanggungjawab pada hal-hal
sebagai berikut:
a. Menghindari konflik kepentingan actual atau terlihat nyata dan
mengingatkan semua pihak terhadap potensi konflik.
b. Menahan diri dari berbagai keterlibatan aktivitas yang akan menimbulkan
kecurigaan terhadap kemampuan mereka untuk melakukan tugasnya secara etis.
c. Menolak pemberian, penghargaan, dan keramah-tamahan yang dapat mempengaruhi
mereka dalam bertugas.
d. Menahan diri untuk tidak melakukan penggerogotan terhadap legitimasi organisasi dan
tujuan-tujuan etis baik secara aktif maupun pasif.
e. Mengenali dan mengkomunikasikan berbagai batasan professional atau
kendala lain yang akan menghalangi munculnya penilaian yang bertanggungjawab
atau kinerja sukses dari suatu aktivitas.
f. Mengkomunikasikan informasi yang baik dan buruk dan penilaian atau opini
professional.
g. Menahan diri dari keterlibatan dalam aktifitas yang merugikan profesi.
4. Objektivitas
Akuntan manajemen bertanggungjawab pada hal-hal
sebagai berikut:
a. Mengkomunikasikan informasi dengan adil dan objektif.
b. Mengungkapkan semua informasi relevan yang diharapkan dapat mempengaruhi
pemahan pengguna terhadap laporan, komentar dan rekomendasi yang dikeluarkan. (Kardinal,
2014, pp. 7-9)
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Hansen/Mowen
dalam bukunya menjelaskan bahwa Sistem Informasi Akuntansi Manajemen adalah
“Sistem informasi yang menghasilkan keluaran (output) dengan menggunakan
masukan (input) dan memprosesnya untuk mencapai tujuan khusus manajemen”.
Proses (pengolahan) adalah inti dari suatu sistem informasi akuntansi manjemen
dan digunakan untuk mengubah masukan menjadi keluaran yang memenuhi tujuan
suatu sistem. Suatu proses dapat dijelaskan oleh aktivitas seperti pengumpulan
(collecting), pengukuran (measuring), penyimpanan (storing), analisis (analysis),
pelaporan (reporting), dan pengelolaan (managing) informasi. Keluarannya dapat
berupa laporan khusus, biaya produk, biaya pelanggan, anggaran laporan kinerja,
dan bahkan komunikasi personal.
Ditinjau
dari definisi luas akuntansi manajemen, akuntansi keuangan adalah bagian dari
akuntansi manajemen. Tetapi ditinjau dari definisi sempit akuntansi manajemen,
akuntansi keuangan berbeda dengan akuntansi manajemen.
Sebagian besar prosedur penentuan harga pokok (product costing) dan prosedur akuntansi internal yang digunakan di
abad ini dikembangkan pada tahun 1880-1925. Pada tahun 1925, prosedur akuntansi
manajemen lebih menitik beratkan pada penentuan biaya persediaan (inventory costing) untuk pelaporan
eksternal.pada tahun 1950an-1960an, dilakukan beberapa usaha untuk meningkatkan
pemanfaatan secara manajerial dari sistim biaya tradisional. Pada tahun 1980an
-1990an , diketahui bahwa banyak praktik akuntansi manajemen tradisional yang
sudah tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan manajerial.
Ini menandai dimulainya era akuntansi manajemen kontemporer. Selanjutnya
untuk merespon kegagalan yang dialami sistem akuntansi tradisional dilakukan
sistem manajemen biaya baru yang dapat memenuhi kebutuhan lingkungan ekonomi
saat ini.
Misi akuntansi manajemen saat ini adalah untuk membantu inovasi
yang berkesinambungan dan menciptakan daya saing di masa depan. Semua karyawan
termasuk karyawan pabrik, sekarang perlu berfikir saat mereka bekerja.
Prioritas manajemen adalah bersama-sama dengan karyawan untuk mempromosikan aktivitasinovasi.
Peran seorang akuntan manajemen dalam organisasi adalah sebagai
pendukung organisasi. Akuntan manajemen bertanggung jawab untuk mengidentifikasi,
mengukur, menganalisis, menyiapkan, mengintepretasikan dan mengkomunikasikan
informasi yang dibutuhkan oleh manajemen untuk pengambilan keputusan.
Akuntan manajemen biasanya terlibat secara langsung dalam proses
manajemen sebagai anggota penting dalam tim manajemen, minsalnya sebagai
kontroler (kepala bagian akuntan) dan manajer akuntan biaya.
Akuntan manajemen bertugas membantu orang-orang lini (line position), yaitu pihak yang
bertanggungjawab langsung dalam melaksanakan tujuan dasar organisasi, minsalnya
manajer bagian produksi. Dalam hal ini akuntan manajemen berada dalam posisi
staff (Staff Position), yaitu posisi
yang mendukung tugas lini dan tidak bertanggungjawab langsung terhadap tujuan
dasar organisasi.
Kode etik
adalah pedoman berperilaku bagi seseorang dalam menjalankan profesinya.
Perilaku etis melibatkan penilaiann moral yang mencakup penerapan konsep benar,
salah, baik, buruk dan tanggungjawab. Perilaku etis akuntan manajemen
diperlukan untuk menciptakan profesi yang dapat dipercaya.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad, K. (1997). Akuntansi
Manajemen. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Gorrison, R. H. (2002). Akuntansi Manajemen. Yogyakarta: AK
Group.
Kadafi, M. (2010). New Cost Manajemen System Dalam Era Kontemporer. Jurnal
Eksis Vol.6, NO.1 ISSN .
Kardinal. (2014). Akuntansi Manajemen (Edisi Revisi). Palembang:
Multi Data Palembang.
Modul Akuntan Manajemen . (2007).
Octavia, E. (2003). Akuntansi Manajemen Dalam Persaingan Global. Fokus
Jurnal Akuntansi dan Manajemen, VOL.5 NO.1 , 15.
oktaufik, A. (2000). Tantangan dan peluang teknologi industri: sebuah
prefektif manajemen teknologi. jurnal ekonomi dan manajemen, Vol. 1 NO1
.
Suedi, B. (2012). Peranan Akuntansi Manajemen Dalam Pegambilan Keputusan
Manajerial. STIE SEMARANG, VOL 4, NO 2 , 78.
Suedi, B. (2012). Peranan Akuntansi Manajemen dalam Pengambilan
Keputusan Manajerial. Jurnal STIE Sermarang, Vol.4, No.2 , 76.
Supriyono. (1987). Akuntansi manajemen 1. Yogyakarta:
BPFE-YOGYAKARTA.
Yazid, H. (2012). Pengaruh Ketidakpastian Tugas dan Desentralisasi
terhadap Kinerja Manajerial dengan Sistem Akuntansi Manajemen sebagai
Variable Intervening. Jurnal Akuntansi, Vol.1, No.1 , 55.
Komentar
Posting Komentar