Bedah Jurnal mengenai Balance Scorecard









 
TUGAS BEDAH JURNAL
AKUNTANSI MANAJEMEN
TENTANG
Balanced Scorecard (BSC)


OLEH :
             Hamdani Putra                                 (1630402043)
Muhamad Yusuf                               (1630402063)
                                     Muhammad Ilham                            (1630402066) 
Mulia Ramdani                                (1630402069)
                                     Mulya Yuhanda                               (1630402070)
                                     Novi  Safitri                                      (1630402080)
 Novri Zaki Rahman                         (1630402080)





DOSEN :
Mega Rahmi, SE,Sy., M. Si
JURUSAN EKONOMI SYARI’AH KONSENTRASI AKUNTANSI SYARI’AH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
BATUSANGKAR
2018






PENERAPAN METODE BALANCED SCORECARD  SEBAGAI SUATU SISTEM PENGUKURAN KINERJA  PADA PT DRITAMA BROKERINDO
JAKARTA TIMUR

Sumber :
Jurnal Binus Business Review Vol.1 No.1 Mei 2010
Oleh : Haryadi Sarjono; Arko Pujadi; Henry Wono Wong

A.    Identifikasi Masalah
Dewasa ini kita dihadapkan pada perkembangan dunia yang bergerak cepat. Perkembangan dibidang teknologi, terutama dalam hal informasi dan komunikasi mengharuskan segala hal dapat dilakukan secara cepat dan tepat, terutama dalam hal perekonomian, segala sesuatunya harus mengikuti perubahan yang terjadi. Perubahan tersebut harus diantipasi untuk menghadapi persaingan, di mana terjadinya suatu perdagangan bebas, tidak ada lagi batas perdagangan antar negara dan juga keberhasilan sutau perdagangan tergantung oleh kekuatan pasar. Oleh karena itu, banyak perusahaan di dunia ini sedang melakukan adaptasi dalam struktur serta sistem organisasi sesuai dengan perubahan-perubahan yang terjadi.  Selain itu, perubahan lingkungan usaha seperti adanya deregulasi dan pencabutan proteksi oleh pemerintah, menyebabkan perusahaan dalam industry yang terkait harus benar-benar bersaing dalam hal efisiensi, inovatif, penetapan harga, pengambangan usaha dan sebagainya.
Selama ini sistem pengukuran kinerja perusahaan hanya dilihat dari segi finansial saja yang menggunakan indikator keuangan seperti Return Of Investment (ROI), Net Profit Margin (NPM), dan beberapa indikator lainnya. Pada saat ini, indikator tersebut dipandang tidak memadai lagi sebagai ukuran kinerja, mengingat kurang mewakili/kurang akurat dalam memberikan suatu penilaian terhadap perkembangan suatu perusahaan. Selain itu, pengukuran kinerja perusahaan yang hanya mengandalkan hanya pada faktor finansial saja tidak akan memberikan gambaran yang jelas tentang fokus dan tujuan perusahaan di masa yang akan datang. Dalam hal ini, diperlukan suatu paradigma dalam pengukuran kinerja perusahaan di era informasi ini.
B.     Batasan Masalah
Dilihat dari banyaknya permasalahan dan banyaknya cara atau metode dalam memecahkan masalah, maka penulis memilih metode Balanced ScoreCard pada perusahaan sendiri, sebagai objek penelitian, di mana PT Dritama Brokerindo adalah perusahaan jasa asuransi, yang berlokasi di Komplek Pertokoan Pulomas, Jakarta Timur. Rumusan masalah yang ada adalah sebagai berikut:
1.      bagaimana mengukur kinerja perusahaan PT Dritama Brokerindo secara tradisional, yaitu hanya mengandalkan dari perspektif keuangan saja?
2.       bagaimana  jika PT Dritama Brokerindo  menerapkan metode Balanced scorecard dalam mengukur kinerja perusahaannya, sebagai pengukuran kienrja alternative?

C.    Metode Penelitian
Metode penelitian yang penulis gunakan dalam mengumpulkan data dan informasi adalah dengan menggunakan metode-metode sebagai berikut. Metode Deskriptif Analisis yaitu suatu metode yang berusaha memecahkan dan menjawab permasalahan yang sedang dihadapi dengan tujuan untuk menggambarkan secara sistematis, aktual dan akurat mengenai fakta-fakta yang diteliti. Metode Historis Analisis, yaitu metode yang digunakan dengan cara mengumpulkan data dan informasi pada masa lampau yang dijadikan pedoman untuk dianalisis pada masa sekarang.
Sumber data dapat dibagi menjadi dua yaitu data internal dan data eksternal. Data internal yaitu data yang di dapat dari perusahaan bisa berupa laporan keuangan dan informasi-informasi internal lainnya. Data eksternal adalah data yang di dapat dari luar perusahaan seperti hasil penelitian sebelumnya yang telah dipublikasikan.
1.      Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dilakukan dalam rangka mengumpulkan informasi yang diperlukan dalam penelitian ini dibantu dengan beberapa instrumen, yaitu: Pertama, penelitian Lapangan (Field Research). Adalah riset yang dilakukan dengan cara melakukan penelitian langsung di objek penelitian, yang berguna untuk memperoleh gambaran umum mengenai keseluruhan. Data yang diperoleh melalui: wawancara, observasi, dan kuesioner. Kedua, penelitian kepustakaan (Library  Research). Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data-data sekunder dari perusahaan, surat kabar dan buku-buku yang berkaitan dengan Kinerja perusahaan khsusnya metoda Balanced ScoreCard, maka dilakukan studi kepustakaan melalui buku-buku, artikel, internet, dan literatur-literatur lainnya yang bersifat ilmiah.
2.      Teknik Pengambilan Sampel
Dalam penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel secara Probability sampling dengan metode sampel acak sederhana (Simple Random Sampling), di mana semua anggota populasi mendapatkan kesempatan yang sama untuk terpilih menjadi sampel penelitian. Populasi yang akan diteliti dan dibagikan kuesioner adalah para pelanggan dan karyawan PT Dritama Brokerindo.

D.    Hasil Dari Jurnal
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dan pembahasan pengukuran kinerja dengan metode Balanced ScoreCard terhadap PT Dritama Brokerindo maka, dapat ditarik beberapa kesimpulan antara lain sebagai berikut. Pertama, pengukuran kinerja yang telah dilakukan selama ini oleh PT Dritama Brokerindo, hanya berdasarkan laporan keuangan yaitu laporan neraca dan laporan laba – rugi dengan cara perhitungan rasio keuangan dan menganalisis peningkatan atau penurunan laba bersih yang diperoleh dikaitkan dengan adanya perubahan pendapatan, biaya-biaya dan transaksi lainnya yang mempengaruhi naik – turunnya laba bersih yang diperoleh perusahaan. Secara keseluruhan kinerja keuangan perusahaan selama periode 2005 – 2007 menunjukkan hasil yang kurang memuaskan karena walaupun terjadi kenaikan yang signifikan dari tahun ke tahun terutama pada tahun 2007 di mana laba bersih yang diperoleh hanya sebesar Rp. 295.232.557 masih jauh dari target yang ditetapkan. Hal ini dikarenakan kenaikan dari beban operasional walaupun pendapatan usaha juga meningkat, perusahaan harus mampu bangkit kembali dan memperbaiki kinerja keuangannya agar dapat mencapai tujuan strategisnya. Kedua, untuk mengetahui kinerja PT Dritama Brokerindo secara keseluruhan, maka digunakan metode Balanced ScoreCard sebagai alternatif dalam mengukur kinerja perusahaan yang dilihat dari empat perspektif, yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Pengukuran yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui sampai sejauh mana perusahaan dalam menjalankan usahanya telah menghasilkan kinerja yang baik bagi para pemegang saham (perspektif keuangan), pelanggan (perspektif pelanggan), keefektifan proses operasi (perspektif proses bisnis internal), dan bagi karyawan (perspektif pembelajaran dan pertumbuhan).
Pengukuran kinerja yang telah dilakukan terhadap PT Dritama Brokerindo memberikan hasil, antara lain: perspektif keuangan,  hasilnya masih sangat rendah (2,90), perspektif pelanggan, hasilnya cukup baik (3,00), perspektif proses bisnis internal, hasilnya sangat baik (5,00), dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan, hasilnya cukup baik (3,08). Secara keseluruhan, nilai rata-rata yang diperoleh dari keempat perspektif tersebut adalah 3,50, dan apabila jumlah keseluruhan bobot dari keempat perspektif, yaitu 110 dimasukan dalam lima interval kelas, maka hasil tersebut masuk dalam interval 85 – 110 dengan bobot 3 (cukup baik).

E.     Kontribusi Yang Diberikan Penulis
Berdasarkan kesimpulan yang didapat dari penelitian, maka saran yang dapat diberikan sebagai masukan bagi PT Dritama Brokerindo, antara lain sebagai berikut. Pertama, perusahaan disarankan untuk menerapkan metode Balanced ScoreCard sebagai tolok ukur dalam pengukuran kinerja perusahaan secara menyeluruh dan berkelanjutan agar dapat me-monitoring dengan baik keempat perspektif yang ada. Kedua, hak manajemen perusahaan perlu memberikan perhatian khusus pada penggunaan aset perusahaan agar setiap aset yang dimiliki dapat digunakan seoptimal mungkin. Ketiga, meningkatkan penjualan polis asuransi dan menekan biaya yang dikeluarkan agar dapat meningkatkan kinerja keuangannya serta menghasilkan profit bagi perusahaan maupun bagi pemegang saham. Keempat, mempertahankan atau bahkan meningkatkan kualitas pelayanan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan agar pelanggan merasa puas dan loyalitasnya meningkat. Melakukan pendekatan atau komunikasi yang lebih baik agar dapat mengetahui apa yang diinginkan pelanggan. Kelima, perusahaan harus mempertahankan kinerja proses operasinya agar tetap berjalan dengan produktif dengan memperkecil waktu yang terbuang sia-sia dan juga terus melakukan inovasi agar mampu bersaing dengan perusahaan lain sejenisnya. Keenam, pihak manajemen perusahaan perlu memberikan pelatihan-pelatihan khusus atau program pengembangan lainnya terhadap SDM yang ada agar perusahaan mengetahui potensi pada setiap karyawan dan juga menghasilkan karyawan yang berkompeten dan memiliki kinerja yang baik sehingga dapat meningkatkan produktifitas karyawan karena karyawan merupakan aset tak ternilai bagi perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan juga perlu memberikan penghargaan terhadap karyawan yang memiliki kinerja baik dan memberikan kontribusi bagi perusahaan.

F.     Future Riset
Untuk kedepannya perusahaan disarankan untuk menerapkan metode Balanced ScoreCard sebagai tolok ukur dalam pengukuran kinerja perusahaan secara menyeluruh dan berkelanjutan agar dapat me-monitoring dengan baik keempat perspektif yang ada sehingga penilaian terhadap kinerja lebih akurat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makalah manajemen tentang konsep dasar akuntansi manajemen

makalah tentang FBM vs ABM

makalah Balance Scorecard kelompok 3